Showing posts with label Acne Tips. Show all posts
Showing posts with label Acne Tips. Show all posts

Sunday, 6 January 2019

Review The Ordinary - Niacinamide & Alpha Arbutin

The Ordinary Niacinamide & Alpha Arbutin
Karena skincare dari US ini sangat populer di kalangan wanita yang memiliki masalah jerawat, saya jadi ingin mencobanya. Karena setelah masalah peradangan jerawat selesai, masalah selanjutnya adalah gimana cara menghilangkan bekas jerawat yang ternyata jauh lebih sulit daripada mengeringkan jerawat yang meradang. Apalagi kalau bekas jerawat kita berbentuk bopeng, cukup bikin saya frustasi.

The Ordinary ini dibilang sebagai skincare yang simple karena kandungan zat yang terdapat pada tiap skincarenya hanya 1-2 zat saja, tidak seperti skincare lainnya yang ribet dan banyak kombinasi kandungan. Nama produknya sama dengan nama zat yang dikandung, misalnya The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% maka kandungannya skincare tersebut sama dengan nama produknya Niacinamide 10% dan Zinc 1%. Karena tergoda dengan hasil review para penggunanya, saya tertarik nitip, saat teman saya ke London. Secara sederhana saya bilang ke dia, "Nitip product The Ordinasry yang buat jerawat dong." Dan dia nyuruh saya baca lebih lanjut di web maupun FDN dulu supaya lebih jelas series mana yang harus dia beli (kzl ya).

Walaupun udah sering liat teman review The Ordinary ini di Instagram Story, tapi saya sesungguhnya tidak tahu mana produk terbaik untuk jerawat. Akhirnya saya baca dulu review di Female Daily, dari situ saya dapat kesimpulan bahwa kalau untuk kulit berjerawat, saya harus mencoba The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% serta Alpha Arbutin 2% + HA.



First Impression
Sesuai kandungan zatnya yang simple, saya merasa packaging The Ordinary ini juga sangat simple tapi saya suka. Kalau di web, penjelasan tentang produk panjaaaang sekali. tapi pada kemasan, penjelasannya juga simple. Niacinamide untuk mengontrol minyak berlebih dan mengecilkan pori-pori, dan Alpha Arbutin untuk menghilangkan noda pada wajah.

Cara Pemakaian
Saya pakai The Ordinary ini setelah double cleansing pada pagi dan malam hari. Pagi hari biasanya saya gunakan Niacinamide dulu, lalu Alpha Arbutin, setelah itu baru pakai sun screen Biore UV Aqua Rich Watery Essence. Sementara pada malam hari saya gunakan Niacinamide, Alpha Arbutin, dan terakhir Ultima II Procollagen Extrema (PE) Complex for Face & Neck.

Before - masih banyak jerawat yang meradang
After - Peradangan sudah selesai, bekas jerawat tersamarkan, pori-pori mulai mengecil

Result
Setelah sebulan pemakaian memang berasa banget sih, jerawat lebih cepat kering, dan bekasnya berangsur-angsur memudar. Selain noda jerawat, sesungguhnya permasalahan utama saya adalah pori-pori yang besar, dan ternyata kombinasi Niacinamide dan Alpha Arbutin ini membantu mengecilkan pori-pori. Tapi mungkin ini juga karena saya menggombinasikan pemakaian The Ordinary dengan collagen skincare dari Ultima II yang bernama Procollagen Extrema Complex for Face & Neck. Tapi pemakaian Ultima II saya ini tidak serutin The Ordinary, sehingga saya yakin kalau kombinasi 2 produk ini bagus untuk menyamarkan noda jerawat dan mengecilkan pori-pori. Bagaimana dengan tekstur kulit bopeng, sayangnya karena saat menulis review ini saya baru pakai selama 2 bulan, sehingga bopengnya tetap terlihat bekasnya, tapi tekstur kulitnya sudah mulai rata. Kalau menurut saya, perbaikan tekstur kulit ini lebih karena pemakaian Ultima II PE Complex Face & Neck sih, karena premise dari collagen skincare adalah membantu memperbaiki tekstur kulit yang rusak.

Masalah Selanjutnya
Karena judulnya mencoba, jadi pas nitip The Ordinary ke teman saya saat dia piknik ke London itu, saya hanya membeli 1 pc untuk masing-masing produk. Saat produknya habis, saya bingung cari kemana. Saya sempat cari ke Amazon, harga produknya sih cuma seratusan ribu, tapi ongkirnya ampai 250an ribu dong. Akhirnya saya coba cari di google dan nemu 2 ecommerce yang menurut saya terpercaya. Ecommerce pertama memang ecommerce yang concern di Beauty Product -  Benscrub tapi harganya 200an ribu, menurut saya kemahalan (ternyata sekarang benscrub sudah tidak lagi menjual The Ordinary), dan ecommerce kedua adalah tokopedia, tepatnya di toko yang bernama etudebrandedshop dengan harga Niacinamide 119rb dan Alpha Arbutin 175rb. Belilah saya disitu dan berharap semoga barangnya tidak palsu. Saat barangnya datang, saya senang karena penjual benar-benar memperhatikan detail barang seperti membungkus botol dengan bubble wrap sebelum dimasukkan ke dalam box produk, lalu membungkus kembali box produk dengan buble wrap sebelum dibungkus dengan packaging pengiriman sehingga tidak perlu kawatir botol akan pecah. Selanjutnya saya mengecek nomor pada botol dan box produk untuk mengecek keasliannya. Senang sekali nomor di botol maupun box sama, sehingga saya yakin kalau produk dari Tokopedia ini asli, dan nanti kalau produk habis, saya bisa kembali memesan disana lagi.

Tapi masalah selanjutnya muncul, owner The Ordinary sempat confess bahwa mereka sedang dalam masalah keuangan sehingga sepertinya mereka akan segera shut down dalam 3 bulan. Semoga saja tidak benar yaa, atau setidaknya kalau mereka memang mau tutup, ada perusahaan besar yang akan take over mereka sehingga kita masih bisa menggunakan produk-produk The Ordinary ini.

Kesimpulan
Overall aku suka hasilnya, jadi akan kembali menggunakan The Ordinary Niacinamide dan Alpha Arbutin, sambil mencoba produk The Ordinary lainnya. Dan tetap akan eksplor brand lain, just in case The Ordinary beneran keluar dari pasar. Highly recommended bagi kamu yang mau get over with the acne and acne scar.

Sunday, 9 July 2017

#AcneDiary: Spiritual Journey to Bali

Bali adalah salah satu destinasi yang selalu ada di daftar teratas rencana liburan saya. Bagi saya, Bali adalah tempat dimana saya bisa rileks dan mengobati segala kepenatan yang saya alami. Perjalanan ke Bali saya kali ini benar-benar mengubah hidup saya. Awalnya seperti biasa, saya ke Bali hanya ingin rehat sejenak menikmati hidup, setelah 1 tahun kemarin kerja keras pergi pagi pulang pagi.

Sore pertama saya di Bali, saya ke Uluwatu untuk bermain di pantai dan menikmati sunset di Single Fin. Begitu saya sampai di Single Fin, saya tertarik untuk membeli smoothie bowl, makanan yang belum pernah saya coba sebelumnya. Karena rasanya enak, segar dan menyehatkan, paginya saat ke Ubud, saya juga memesan smoothie bowl saat berkunjung ke Seniman Cafe. Pun di hari berikutnya, saat saya keliling Seminyak, saya mencari referensi tempat makan yang menjual smoothie bowl dan akhirnya membeli makanan sehat tersebut di Cafe Organik.

Smoothie Bowl ini membuat saya tertarik dengan konsep Clean Eating, yaitu pola makan yang memperbanyak konsumsi whole food, makanan yang paling alami atau makanan yang tidak banyak diproses. Selain itu, kehidupan di Bali yang sangat laid back membuat saya berpikir untuk menjalani hidup lebih santai dan tidak menjadi terlalu tertekan dengan beban pekerjaan. Saya juga berencana untuk memulai yoga.

Setelah mendapatkan inspirasi tentang pola hidup ideal yang ingin saya jalankan, saya menghubungi teman saya yang sudah terlebih dulu menjalankan pola sehat tersebut. Selain memberikan saran tentang clean eating, dia juga memberikan saran untuk mengatasi masalah jerawat saya. Dengan menggabungkan saran dari teman dan beberapa artikel yang saya baca, akhirnya saya menjalankan clean eating dan pola hidup sehat dengan detail berikut:

Mengurangi Konsumsi Susu

Ada beberapa orang yang berpotensi alergi susu sapi, ada juga tipe orang yang berpotensi memiliki jerawat karena mengonsumsi susu sapi. Ada baiknya kamu melakukan tes alergi makanan di lab terdekat sehingga tahu makanan apa saja yang perlu dihindari untuk kesehatan kulit kamu.
Saya tidak sampai melakukan tes ini, tapi dengan sendirinya meninggalkan semua susu yang sering saya konsumsi baik itu susu kotak Ultra, susu bubuk milo maupun hilo. Alasannya simple, karena hal ini memberikan pengaruh yang signifikan ke teman saya, barangkali hal serupa bisa terjadi di saya. Cukup berat sih, mengingat saya rutin mengonsumsi minuman tersebut. Satu-satunya susu yang masih saya konsumsi adalah susu sapi segar, tapi ini pun sesekali saja saat saya mengunjungi kedai/restoran yang menyediakan susu segar.

Saya tidak tahu ini menjadi salah satu faktor yang membuat saya bisa mengurangi jerawat di muka saya atau tidak, yang jelas sejak berhenti mengonsumsi susu (dan menerapkan pola hidup sehat lainnya) jerawat saya berkurang. Walaupun saya tidak mengonsumsi susu, tapi saya tetap mengonsumsi dairy product lain seperti yogurt. Untuk coklat, karena saya bukan penggemar berat makanan ini, jadi konsumsi saya terhadap coklat juga tidak terlalu tinggi, hanya sesekali saja.

Opsi minuman saya alihkan untuk memperbanyak minum air putih supaya kulit terhidrasi dengan baik dan jus buah segar. Sementara untuk konsumsi teh/kopi, saya batasi hanya 1 gelas per hari.

Menjalankan Clean Eating Seoptimal Mungkin

Saya meningkatkan konsumsi buah dengan membuat smoothie bowl sendiri setiap pagi. Saya lihat resep-resep dari youtube. Kombinasi buahnya saya buat sesuai buah favorit saya seperti buah naga merah & strawberry atau pisang & mangga, ditambah bahan lain seperti kiwi, blackberry, blueberry, coconut water, yogurt dan granola. Granola memegang pernan penting dalam hidup saya saat saya menjalankan clean eating. Kalau lagi bosen mengonsumsi smoothie bowl, biasanya saya membuat granola plate yang terdiri dari granola, plain yogurt ditambah madu dan potongan buah.

Selain kedua jenis makanan tersebut, saya juga mengonsumsi sayur rebus seperti brokoli dan bayam, dan sesekali mengganti nasi saya dengan jagung rebus atau ubi rebus. Sebisa mungkin saya meninggalkan gorengan, dan ini adalah momen yang paling berat. Bukan karena saya terlalu cinta dengan gorengan, tapi karena sepanjang jalanan Jakarta, godaan gorengan terasa nyata. Setiap 100 meter pasti ada abang gorengan yang gerobaknya terlihat sangat menggoda. Saya ganti snack saya dengan biskuit gandum (saya paling suka dengan Belvita) atau buah (kalau lagi keabisan buah dari supermarket, saya suka beli di abang rujak buah). 2 minggu kemudian kecintaan saya terhadap gorengan perlahan-lahan hilang. Pernah saya coba makan 1 balabala, kemudian tenggorokan saya terasa tidak enak. Yakin deh, kalau sudah menjalankan clean eating, kamu akan merasa sedikit geli dan kehilangan nafsu saat melihat makanan yang tidak sehat.
Selama clean eating saya tetap makan nasi, karena tujuan saya clean eating adalah untuk menjaga pola makan saya supaya lebih sehat, bukan untuk menurunkan berat badan. Kalau berat badan saya turun, saya anggap saja sebagai bonus, apalagi kalau sampe jerawat berkurang dan hilang. Oh ya, teman saya juga menyarankan mengonsumsi 1 sendok makan air perasan lemon setiap pagi saat bangun tidur, katanya bagus untuk pencernaan. Kalau terlalu asem, kamu bisa mencampurnya dengan madu dengan perbandingan 1:1.

Olahraga dan Tidur Cukup

Keringat adalah salah satu cara mengeluarkan racun-racun dalam tubuh. Salah satu cara supaya kamu mengeluarkan banyak keringat adalah dengan berolahraga. Saya suka jogging seminggu sekali, atau berenang. Sesekali yoga supaya tidak cuma raga saja yang sehat, tapi juga pikiran. Saya pernah mencoba muay thai, tapi ternyata olahraga tersebut tidak cocok untuk saya yang anaknya lenje ini. Lakukan olahraga apapun yang kamu suka, setidaknya seminggu 1x supaya badan lebih bugar.
Yang tidak kalah penting adalah tidur cukup. Tidak hanya kuantitas jam tidur yang lama, tapi juga kualitas tidur yang baik. Biasakan tidur di bawah jam 12 supaya metabolisme kamu berjalan dengan baik dan organ tubuh dapat beristirahat. Pada kasus saya, tidur adalah salah satu kunci mengurangi jerawat. Karena saat saya tidur di atas jam 1 malam, paginya saya sudah mendapati jerawat di muka saya. Sebisa mungkin saya tidur jam 10 supaya tidak timbul jerawat keesokan harinya.

Skin Care Alami

Dari beberapa review dan saran teman, saya mencoba untuk menggunakan skin care alami untuk membuat face mask. Secara regular saya menggunakan masker putih telur, masker lemon, masker lemon+madu maupun masker gula+madu.

Masker lemon rasanya sih luar biasa banget yaa, tapi memang cukup membantu dalam mengeringkan jerawat yang meradang. Kamu bisa coba menggunakan air perasan lemon lalu dioleskan merata pada seluruh wajah, atau dicampur dengan madu lebih dulu supaya sensasi pedihnya lebih ringan. Kalau jerawat kamu sudah tidak meradang lagi, kamu bisa menggunakan masker putih telur untuk membantu menghilangkan noda bekas jerawat. Masker putih telur ini juga membuat kulit jadi lebih halus.

Jangan Lupa Bahagia

Nah ini hal sepele tapi kadang kita lupakan. Bahagia! Artinya, jauhkan diri kamu dari stress. Beban pekerjaan, cicilan yang tidak kunjung lunas hingga permasalahan dengan klien, sering menjadi hal yang membuat kita jadi pusing hingga aura kita jadi lebih negatif. Seberat apapun permasalahan yang kamu hadapi, ada baiknya kamu kesampingkan semuanya saat pulang ke rumah. Jadikan waktu di rumah sebagai quality time baik dengan diri sendiri atau bersama orang-orang terdekat.

Sebagai pengingat, stress merupakan penyebab kematian tertinggi loh. Karena berawal dari stress, kita dapat terkena berbagai penyakit berbahaya seperti tekanan darah tinggi hingga stroke. So, jangan lupa bahagia ya!

Itulah beberapa hal yang saya jalankan sebagai bagian dari usaha untuk hidup lebih sehat dengan harapan masalah kulit saya, yaitu jerawat, dapat berkurang dan akhirnya hilang. Selain memberikan inspirasi untuk hidup lebih sehat, Bali juga memberikan inspirasi bagi saya untuk mencoba produk jerawat. Ceritanya lucu.

Sore itu, saya sedang menunggu smoothie bowl saya diantar oleh waitress di Cafe Organik. Setelah meletakkan order saya di meja, waitress ini dengan ramahnya menyapa saya dan menanyakan masalah jerawat yang saya alami. Setelah beberapa saat berbincang, waitress ini menyarankan saya untuk mencoba Mediklin, karena krim jerawat tersebut sangat efektif mengatasi masalah jerawatnya.

Demikianlah cerita tentang Spiritual Journey saya ke Bali yang memberikan saya banyak inspirasi untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Cerita tentang krim jerawat yang saya pakai akan saya bagikan di postingan selanjutnya ya.

Love,
M

Wednesday, 7 June 2017

Review Acne Treatment

Jerawat adalah masalah yang sangat menjengkelkan. Selain membuat penampilan kurang maksimal, jerawat seringkali membuat kulit menjadi rusak. Selama beberapa tahun, saya mempunyai masalah yang cukup kompleks dengan jerawat. Muka isinya jerawat semua, sehingga kepercayaan diri saya turun drastis.
Awalnya saya coba cari akar permasalahan yang menyebabkan saya memiliki banyak jerawat. Saya berkonsultasi dengan beberapa dokter di klinik kecantikan dan jawaban mereka variatif, mulai dari hormon, stres, kurang tidur, atau makanan saya kurang sehat.
Saat saya memiliki banyak sekali jerawat, saya berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkannya dengan melakukan treatment di beberapa klinik kecantikan. Sudah banyak banget uang yang saya keluarkan untuk menyembuhkan jerawat yang menjengkelkan ini, tapi tidak kunjung membaik. Paling kesel kalau ada orang yang nanya, "Ih cakep-cakep kok jerawatan sih? Ke dokter gih!"
Mereka tidak tahu saja, betapa saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghilangkan jerawat-jerawat ini. Kalau kamu mengalami masalah yang sama, dan saat ini bingung mau mencoba klinik kecantikan yang mana, saya akan berbagi mengenai klinik kecantikan yang sudah pernah saya coba. Semoga bisa membantu kamu untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

ERHA

erha
Source: whatsnewjakarta.com
Klinik kecantikan yang satu ini tidak diragukan lagi kemampuannya. Saya pakai erha dari 2012 sampai 2015. Erha cukup membantu dalam mengurangi jerawat saya. Karena dalam kurun waktu tersebut saya pindah-pindah tempat tinggal, jadi saya mendatangi beberapa klinik Erha diantaranya; Erha Puri (saat ini sudah ganti nama klinik), Erha Pontianak, Erha Senayan City dan terakhir Erha Kemanggisan.
Dokter yang menangani pun berbeda-beda, dan tiap dokter punya opini serta cara pengobatan masing-masing walaupun memang krim yang digunakan sama saja. Treatment yang ditawarkan kepada saya pun bervariasi, tapi yang saya coba adalah chemical peeling dan suntik jerawat. Chemical peelingnya cepat sekali mengeringkan jerawat, sementara saya ambil suntik jerawat kalau jerawat saya banyak dan gede-gede sementara besoknya ada date atau meeting. Suntik jerawat itu sakit, tapi bikin kecanduan. Kalau kamu bernyali, silahkan dicoba.
Biasanya saat melakukan treatment di Erha, dokter akan kasih krim pagi dan krim malam, sayangnya jumlahnya bukan cuma 2 pcs, tapi bisa jadi 6 pcs. 3 dipakai di pagi hari dan 3 dipakai di sore hari. Karena saya anaknya bukan tipe rajin mengoles segala macam krim tersebut, jadi selama kurun waktu 3 tahun itu, saya suka putus-nyambung dengan Erha, ini yang kadang menyebabkan perawatannya tidak maksimal. Saat jerawatnya sudah mulai hilang, saya jumawa, tidak melanjutkan pemakaian krim sehingga bulan berikutnya banyak lagi jerawat yang muncul. Erha juga menawarkan obat minum, tapi saya ada kejadian buruk terkait obat minum tersebut. Mungkin malam itu kondisi tubuh saya kurang fit, sehingga seusai mengonsumsi 2 obat minum dari Erha, jantung saya berdegup kencang, padahal sebelumnya baik-baik saja. Hal tersebut yang membuat saya tidak mau lagi mengonsumsi obat oral.
Pros dan cons Erha dari saya adl sebagai berikut:
Pros
1. Cocok di kulit saya, segala macem obat yang dia kasih untuk muka saya sangat efektif sehingga keadaan kulit saya membaik
2. Treatmentnya tidak ribet, seringnya disuruh chemical peeling dan tidak makan waktu lama, jadi bisa diambil pas jam makan siang
3. Suka sekali dengan suntik jerawat yang membuat jerawat yang sedang meradang kempes dalam waktu 2-3 hari
4. Dokter dan stafnya ramah, cabang banyak, jadi memudahkan pasien untuk berkonsultasi
Cons
1. Jujur, harga perawatan di Erha, kalau jerawat kamu lagi aktif-aktifnya, bisa dibilang mahal. Dalam kunjungan terakhir saya ke Erha Kemanggisan tahun 2015, saya hampir menghabiskan 2 juta untuk konsultasi, krim, obat dan tindakan. Udah gitu, 2 minggu kemudian saya disuruh balik. Karena biaya perawatan saya sudah over budget, jadi saya tidak kembali lagi. Ya, saya tahu, apa yang saya lakukan salah. Tapi harga inilah yang bikin saya berpaling ke tempat lain. Sebenarnya kalau wajah kita tidak terlalu bermasalah, biaya perawatannya hanya berkisar Rp 600.000 - 800.000
2. Krimnya banyak banget, ribet. Saya adalah tipe orang yang simple, jadi maunya apa-apa praktis. Tapi di Erha, krim pagi yang diberikan kepada saya 2-3 pcs, begitupun krim malam, kebayang nggak setiap jalan ke kantor dan sebelum tidur, saya harus mengoles semua krim-krim tersebut ke muka saya, cukup makan waktu. Jadilah saya putuskan untuk mencari perawatan yang lebih sederhana.

Over all, saya merekomendasikan Erha bagi kamu yang berjerawat. Sebenarnya saya bisa mulus menggunakan Erha, tapi karena budgetnya melebihi budget yang saya miliki, dengan berat hati saya tinggalkan Erha.

NATASHA

natasha
Source: Sindonews.com
Satu kata untuk mewakili pengalaman treatment saya di Natasha: Nightmare. Jadi ceritanya setelah nggak sanggup lagi membiayai perawatan di Erha, saya mencari klinik kecantikan yang lebih murah, dan Natasha adalah jawabannya. Apalagi saya melihat beberapa teman hasilnya bagus dengan perawatan disini. Tapi balik lagi, pengobatan jerawat itu sangat personal, dalam artian yang bagus di orang lain belum tentu bagus bagi kita. Nah kayaknya saya nggak terlalu cocok nih menggunakan Natasha. Saya konsultasi ke Natasha Taman Anggrek dan Natasha Senayan City, semuanya menyarankan untuk facial. Itu adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya, facial. Bagi kamu yang sedang berjerawat baik yang radang (ini memang tidak dibolehkan facial) maupun yang sudah mulai mengering, saya sarankan jangan difacial mukanyaaa. Hasilnya muka saya sekarang bopeng-bopeng, persis seperti permukaan bulan.
Krim dari Natasha juga kurang maksimal hasilnya di kulit saya, entah karena kulit saya yang sangat bermasalah atau krimnya yang kurang kuat. Padahal sudah dibantu dengan tindakan seperti; facial, photodynamic therapy blue untuk membunuh kuman di kulit dan suntik jerawat. Oh ya disini juga ada suntik jerawat dengan harga yang jauh lebih murah daripada suntik jerawat di Erha, jadi saya yang ketagihan suntik jerawat, nyobain juga suntik jerawat disini. Pernah waktu itu saya lagi ke Bali, jerawat meradang padahal lagi mau ngedate, akhirnya saya ke Natasha di daerah Kuta dan dokternya sangat membantu untuk melakukan tindakan tersebut. Sayang, 3 hari kemudian, jerawat saya yang tadinya kempes, balik lagi. Sejak itulah saya memutuskan menyudahi perawatan disini, karena sudah 6 bulan dan belum menunjukkan progress.
Berikut Pros dan Cons dari perawatan saya di Natasha:
Pros
1. Harganya terjangkau, baik krim maupun treatment semuanya murah, sehingga tiap datang kesini tidak kuatir dompet menipis
2. Krimnya nggak terlalu ribet, jadi saya yang praktis ini merasa terakomodir kebutuhannya
3. Dokter dan staffnya ramah, cabang banyak, sehingga mudah untuk melakukan perawatan bahkan di kota kecil seperti Kudus, Jawa Tengah
Cons
1. FACIAL! Dont. Just dont. Jadi Natasha percaya, facial membantu membersihkan jerawat dan komedo di wajah. Ada benernya sih, tapi efek sampingnya facial itu bikin permukaan kulit yang tadinya berjerawat menjadi berlubang. Lubangnya sangat dalam, sehingga butuh waktu lama untuk mengembalikan kemulusan wajah. Jadi saya tidak menyarankan untuk mengambil perawatan ini. Tapi semua itu kembali lagi ke kepercayaan masing-masing orang, kalau kamu merasa hal tersebut baik bagi kulit kamu, then go ahead.
2. Saat weekend, beberapa klinik ramai sekali, jadi perlu banget bikin appointment. Ini cukup bikin males sih, karena antriannya panjang dan kadang molor dari jadwal perawatan kita.

Sebenernya cons saya cuma facial aja sih. Sisanya oke. Tapi karena memang hasilnya kurang bagus di saya, jadi saya sudahi perawatan di Natasha dan mencari alternatif lainnya.

ZAP

zap-semarang

Zap merupakan klinik kecantikan favorit saya; treatmentnya nggak ribet, harganya terjangkau dan hasilnya memuaskan. Pertama kali ke Zap saya ingin mencoba Photo Facial yaitu serangkaian perawatan mulai dari Laser Toning, Face Rejuvenation dan Oxy Infusion. Tapi karena jerawat saya masih meradang jadi sama dokter yang mendampingi hanya diperbolehkan Face Rejuve. Setelah face rejuve, muka saya terasa segar, kenyal dan segar. Enak banget deh! Karena first impression sama Zap oke banget, jadi saya terusin treatmentnya. Dari yang awalnya 4x sebulan jadi 8x sebulan, hasilnya oke banget! Saya sempat pakai krim Zap, but honestly, krimnya tidak terlalu memberikan pengaruh signifikan ke kulit saya jadi pas krim habis saya tidak memakainya lagi.
Sayangnya saat libur lebaran, saya sempat berhenti treatment, setelah 2 minggu jerawat kembali meradang, sepertinya karena kondisi lingkungan tempat saya mudik agak panas dan banyak debu, jadilah jerawatan lagi. Gara-gara hal tersebut, akhirnya saya tempuh cara paling mainstream seJakarta: KE DOKTER KUN!
Sebelum beralih ke cerita saya tentang dokter Kun, saya lanjut dulu memberikan Pros dan Cons tentang Zap.
Pros
1. Treatmentnya simple, cepat dan terjangkau. Walaupun sepertinya mengalami kenaikan harga tiap tahun, tapi masih lebih murah disbanding klinik kecantikan lainnya.
2. Dokter dan staffnya ramah, cabang mulai banyak. Jadi bias treatment dimana saja, tapi sayang di Bekasi belum ada.
3. Banyak promo. Bisa dibilang Zap salah satu klinik kecantikan yang sering banget kasih hadiah, termasuk jalan-jalan ke luar negeri. Seru ya!
Cons
1. Tahun 2016 dulu sih kalau mau treatment di Kokas maupun Menteng harus bikin appointment karena antriannya kalau weekend rame banget. Sekarang karena sudah banyak cabang, antriannya lumayan berkurang. Zap Lotte Shopping Avenue bias jadi alternatif bagi kamu yang tinggal di Jaksel-Jakpus karena antriannya lebih sedikit disbanding Kokas.
2. Belum ada di Bekasi, karena sekarang domisili saya di Bekasi, so it's really matter.

Kalau dipikir-pikir, cons-nya kurang penting ya, hehe. Sampai sekarang saya masih melakukan perawatan di Zap tapi tidak sesering dulu. Bagi saya, treatment di Zap bener-bener memberikan hasil yang bagus. Kalau kamu ingin hasil yang maksimal, setidaknya seminggu 2x harus kesini ya!

THE MOST ANTICIPATED DERMATOLOGIST IN JAKARTA: dr. KUN!

Source: beautifulmango.com
Siapa siiiih orang Jakarta yang nggak kenal dokter Kun? Dokter kulit satu ini sangat fenomenal. Antrian pasiennya panjang banget, karena ternyata tidak cuma warga Jakarta, tapi juga warga dari kota-kota lain. Waktu itu saya lagi antri barengan sama tante-tante dari Manado. Lokasinya berada di sebrang Universitas Moestopo Senayan, sangat mudah ditemui. tanya sama abang gojek, pasti langsung ketemu.

Langsung ke Pros & Cons ya, karena keahlian dokter ini tidak diragukan lagi.
Pros
1. Perawatannya sangat simple, krim dan obat oral.
2. Hasilnya terasa banget
3. Bisa beli obat pakai Gojek, abang-abang Gojek sudah khatam sama bagaimana cara efektif dan efisien buat ngantri beli obat di klinik dokter Kun
Cons
1. Antriannya yasalam, bikin appointmentnya bias dari jauh-jauh hari banget. Dulu orang dibela-belain antri dari subuh buat dapet nomor antrian konsultasi, sekarang sistemnya Alhamdulillah sudah bias bikin appointment melalui telepon, tapiiiii itupuuuun susah sekali biar keangkat teleponnya. Waktu itu saya hoki karena ada pasien yang cancel, jadi dari waiting list saya langsung bisa dapet jadwal konsultasi.
2. Obat oral dokter Kun sangat berkhasiat, sayangnya saya bukan tipe orang yang suka mengonsumsi obat oral secara regular. Jadi once obat oral abis, saya tidak melanjutkan, padahal yang paling penting menurut orang-orang adalah obat oral ini.

Walaupun saya cuma 1-2 bulan saja menggunakan obat dari dokter Kun, hasilnya terasa sekali. Tapi karena alasan obat minum yang merepotkan itu, saya sudahi perawatan di dokter Kun.

Nah, dari sekian banyak klinik yang saya coba, yang bikin saya balik lagi sampai sekarang adalah Zap. Tapi cerita tentang jerawat saya tidak berhenti sampai di klinik-klinik ini. So, simak terus Acne Diary saya ya. Sekarang kondisi kulit saya perlahan-lahan mulai membaik, rahasianya akan saya sampaikan di posting selanjutnya.

xoxo,
M